Langkah kerja dalam pembuatan adonan 1 :
Siapkan bahan yaitu; serbuk gergaji, dan bekatul
Timbang nasing-masing bahan sesuai ukuran yang telah ditentukan yaitu serbuk gergaji sebanyak 200 g dan bekatul sebanyak 20 g
Aduk kedua bahan hingga tercampur hingga rata
Langkah kerja dalam pembuatan adonan 2 :
Siapkan adonan 1 dan jerami
Timbang jerami dengan ukuran sebanyak 1 kg
Campur bahan adonan 1 dan jerami hingga merata
Langkah kerja dalam pembuatan larutan :
Siapkan bahan-bahan yaitu; EM4, larutan gula, nutrisi, dan air
Takar masing-masing bahan sesuai ukuran yang ditentukan yaitu; EM4 sebanyak 0,5 cc, larutan gula sebanyak 1 cc, nutrisi secukupnya, dan air sebanyak 250 ml
Campur keempat bahan tersebut dan aduk menggunakan spatula hingga merata
Langkah kerja dalam pembuatan pupuk organik :
Siapkan bahan yang telah kita buat sebelumnya yaitu adonan 2 dan larutan
Siapkan tempat dan alat-alat yang diperlukan yaitu plastik dan tempat pengaduk
Tuangkan larutan kedalam tempat pengaduk yang telah diisi adonan 2 hingga merata
Aduk semua bahan hingga menjadi campuran homogen
Tutup menggunakan plastik
Aduk pupuk setiap hari dalam selang waktu 4-5 hari
MEKANISME PEMBUATAN PUPUK ORGANIK
PUPUK HIJAU ORGANIK
Pupuk hijau adalah pupuk yang terdiri dari daun-daunan yang mudah membusuk dalam tanah. Daun-daunan dapat langsung dimasukkan ke dalam tanah sebagai pupuk hijau. Unsur hara yang terdapat pupuk hijau misalnya: N, P, K, dan unsur lainnya. Contoh pupuk hijau yang mudah didapat adalah sisa hasil pertanian.
Sisa hasil pertanian banyak mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman. Pengembalian sisa tanaman diperlukan untuk mengembalikan unsur-unsur yang diambil tanaman unutk pertumbuhannya kembali lagi ke lahan pertanian. Upaya ini untuk menjaga kesuburan tanah.
Pengembalian sisa tanaman perlu memperhatikan agar proses peruraian bahan organik tidak mengganggu tanaman musim tanam berikutnya. Penanaman tanaman sebaiknya menunggu proses peruraian sempurna.
Pada saat proses peruraian bahan organik jika terdapat tanaman bisa menyebabkan tanaman sakit. Perlu diperhatikan agar proses peruraian bahan organik tidak mengganggu kesehatan tanaman. Proses peruraian bahan organik tergantung jenis bahan/sisa tanaman.